Mari Belajar Jadi Orangtua Yang Lebih Baik Dari Burung Laut

Berbeda dengan manusia, burung laut rupanya tak tentukan peran ortu berdasarkan jender. Tetapi, ayah dan ibu tukar bergiliran untuk merawat anak dan mencari ikan.

Aspek ini di sampaikan oleh Linda Takahashi, Anne Storey, Sabina Wilhelm, dan Carolina Walsh dalam keluaran Juli 2017 semenjak jurnal The Auk: Ornithological Advances.

Para peneliti menemukan bahwa burung laut yang rata rata cuma membuahkan satu telur dalam periode kawin memastikan batas hidup bagi rawat anak dan cari ikan bersama tukar menata bulu satu sama lain. Dalam sehari, transformasi peran mampu berjalan tiga sampai empat kali.

Namun, pergantian tak senantiasa berlangsung tidak tersendat. Walsh yang semula seseorang peneliti tingkah laku satwa di Memorial University of Newfoundland, Kanada, bicara untuk ScienceNews 9 Mei 2017 bahwa dalam video yang mendokumentasi aktivitas 16 pasang burung laut, transfigurasi peran cuma berjalan 198 kali.

Dulu, ortu burung laut yang tidak berhasil bersilih peran bakal melompati anaknya beberapa kali dan tukar mengasuh bulu sebelum salah satu hasilnya berangkat bagi mencari ikan.

“Tindakan ini seolah-olah mereka sama-sama tak ingin membiarkan koloni,” ujarnya.

Kesulitan ini lebih-lebih berlangsung setidaknya satu permulaan lima kali, paling utama diwaktu burung yang semula alamat laut tidak berhasil mengambil ikan.

Semua peneliti posting bahwa orang tua yang tak ingin bersilih peran nampak lambat dalam mengampukan bulu pasangannya. Mereka sedang tak ingin menghindar awal posisinya dan mendera pasangannya terhadap berangkat mengumpan lagi.

Tidak hanya kepada tentukan keadaan, Walsh berbicara bahwa apel ini semula jadi resep burung laut guna mengomunikasikan kesehatannya.

Dengan mengganjal sistematika bulu dan mengundur formalitas modifikasi peran, burung laut yang merasa tak segar mampu tawar-menawar bersama pasangannya pada memelihara anak dan beristirahat.

Pada burung-burung ini, melangit ke laut terhadap mencari ikan memberhentikan tidak sedikit roh dikarenakan badan mereka tak didesain aerodinamis. Walsh malahan berbicara bahwa mereka kelihatan langka diwaktu melayang dan sayap termuat seharusnya lebih tepat pada berenang.

Di samping lantaran keadaan yang ajaib baik, kaum peneliti berulang posting bahwa berat badan dan stadium metabolisme pula memastikan ketangkasan bergantian peran. Burung laut dengan berat badan yang lebih rendah dan metabolisme yang lebih tinggi rata-rata lebih lambat guna menjaga rambut pasangannya.

Dulu, Berdasarkan penyelidikan Walsh yang pada awal mulanya, burung laut yang menuju perpecahan terus lebih lambat dalam mengampukan rambut pasangannya maka saat formalitas yang lebih lama dapat dijadikan pertanda adanya masalah rumah tangga di antara mereka.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *