Pentingnya Tidur Untuk Kesehatan

Tidur merupakan salah satu kebutuhan dasar manusia yang harus dipenuhi. Karena itu, pentingnya tidur untuk kesehatan harus bisa disasari setiap individu. Semakin berkualitas tidur yang dilakukan, maka semakin baik juga kualitas kesehatan anda. Memperoleh tidur yang berkualitas akan memberikan dampak yang sama tubuh sama seperti dengan mengonsumsi makanan sehat dan olahraga.

Mengapa tidur itu penting untuk kesehatan?

Tidur merupakan kebutuhan harian tubuh. Sehingga jika ia tidak terpenuhi maka dampaknya akan langsung pada tubuh. Tidur memiliki peran yang tidak bisa disepelekan. Ia memiliki peranan penting dan ada banyak alasan untuk itu. Berikut diantaranya:

  • Tidur yang berkualitas bisa membantu meningkatkan konsentrasi serta produktivitas. Tidur sangat berperan dalam menjaga fungsi otak termasuk dari fungsi kognitif. Kemampuan seseorang dalam menjalankan tugas harian yang melibatkan fungsi kognitif, performa, sampai produktivitas akan terhambat ketika kekurangan tidur. Bahkan menurut penelitian, kurang tidur sama saja dengan keracunan alkohol.
  • Kekurangan tidur cenderung membuat seseorang lebuh mudah mengalami obesitas. Sudah terbukti secara ilmiah bahwa kurang tidur berhubungan langsung dengan kenaikan berat badan. Ini ada kaitannya dengan produksi hormon yang berubah serta menurunnya motivasi untuk berolahraga.
  • Kekurangan tidur bisa meningkatkan resiko serangan jantung serta struk. Pentingnya tidur untuk kesehatan jantung dillihat dari sisi kualitas dan durasi tidur. Tidur yang kurang dari 7-8 jam per harinya berhubungan langsung dengan peningkatan serangan jantung dan hal ini menurut studi ilmiah.
  • Tidur yang berkualitas bisa membantu mengurangi dan menurunkan tingkat stres. Depresi dan stres adalah gangguan mental yang berhubungan dengan kesulitan untuk tidur. Semakin kekurangan tidur saat depresi makan semakin meningkat level stres seseorang. Bahkan ini bisa meningkatkan resiko keinginan untuk bunuh diri.

Satu hal lagi yang tidak kalah penting dari tidur ialah perannya yang bisa membantu meningkatkan imunitas tubuh. Dan sebaliknya, orang yang kurang tidur maka otomatis lebih mudah terserang berbagai penyakit. Maka dari itu, setiap orang perlu lebih menghargai pentingnya tidur untuk kesehatan dan mulai menerapkan tidur berkualitas antara 7-8 jam per hari.

post

Perbedaan Data Panel, Data Cross Section, dan Time Series

Bagi peneliti, penggunaan data sudah tidak asing lagi, karena sudah merupakan interaksi dalam keseharian. Namun bagi peneliti pemula atau mahasiswa, terkadang belum memahami benar karakteristik dan jenis – jenis data. Berdasarkan skalanya, data bisa dibagi dengan skalanon parametrik dan parametrik.karakteristik skala ini sangat menentukan metode pengolahan data yang akann digunakan untuk menghasilkan kesimpulan yang baik.

Berdasarkan sumbernya, data juga dipisahkan antara data primer dan sekunder. Data primer biasanya diperoleh dari penelitian primer dengan langsung mengamati perubahan perilaku objek pengamatan. Sedangkan data sekunder adalah data yang diperoleh dari hasil penelitian atau survey yang dilakukan oleh lembaga atau peneliti yang lain dan tidak berhubungan langsung dengan objek penelitian.

data panel

Jika dilihat dari sifat data, data bisa bersifat cross section, time series dan panel. Penjelasan singkat akan dibahas sebagai berikut:

Cross Section

Seorang mahasiswa ingin meneliti tentang pengaruh tingkat partisipasi siswa dalam organisasi terhadap persentase kelulusan di tahun 2017. Dalam melakukan penelitian tersebut, dia mengumpulkan data responden dari perwakilan sekolah di sebuah kabupaten dan mengambil sample masing-masing sekolah sebanyak 20 orang.

Data yang dikumpulkan oleh peneliti tersebut bersifat cross section. Data yang dikumpulkan masih dalam tahun yang sama. Artinya, data tidak mengandung unsur waktu namun data dikelompokkan berdasarkan asal responden. Biasanya pengelompokkan responden tersebut dapat mempengaruhi hasil karena memiliki karakteristik yang berbeda. Contoh: pada sekolah yang favorit, kemungkinan besar tingkat persentase kelulusan tinggi dan partisipasi keorganisasian juga tinggi. Hal ini belum tentu sama dengan sekolah lainnya, sehingga pengambilan sample harus sangat diperhatikan.

Time Series

Berbeda dengan cross section, time series mengandung unsur waktu. Misalnya seorang mahasiswa melakukan analisis trend konsumsi sayuran dari tahun 1990 sampai dengan 2017. Data yang diambil biasanya hanya satu kelompok, yakni konsumsi sayuran nasional namun memiliki range waktu yang panjang dari periode tahun tersebut. Tentu jumlah tahun akan sangat mempengaruhi pola data mengingat dalam berjalannya periode terjadi kondisi yang berbeda-beda, seperti tingkat inflasi, tingkat susku bunga, nilai mata uang, dan lain- lain.

Data Panel

Secara singkat, data panel merupakan gabungan dari cross section dan time series. Data panel memiliki pengelompokan data yang berbeda dan memiliki unsur time series juga didalamnya. Misalnya: seorang peneliti ingin mengetahui pengaruh luas lahan terhadap produksi padi secara nasional. Kemudian dia mengambil data produksi dan luas lahan seluruh Indonesia pada rentang tahun tertentu.