Perjalanan ke jogja dengan motor

Ketika musim mudik Bulan Agustus lalu, motor menjadi umat pilihan modal carrier transport aku untuk kembali ke tanah air saya, Palembang. Saya sekarang tinggal di Kota Jogja

Tips Memilih Tempat Wisata Di Indonesia

mulai dari keinginan saya untuk bepergian dengan cara yang sedikit berbeda. Kebetulan, situasi ini juga sedikit mendukung saya. Sampai H-8 juga aku lebaran tiket tidak mendapat apa-apa (pesawat, bus, etc) untuk kembali ke
Persiapan Palembang yang saya lakukan adalah diklasifikasikan sebagai tidak terlalu banyak dan mungkin dapat dikatakan sangat berani. Beberapa artikel-artikel tentang touring dengan motor dan beberapa wejangan dari teman-teman saya yang lebih mengerti tentang motor, saya melakukan beberapa persiapan sebelum berangkat. Tidak banyak barang yang saya membawa. Semua barang-barang-Ku perhiasan dalam pengukuran operator 40 liter dan aku pergi.

Tepat 1 hari, saya memulai perjalanan naik Jogja motor. Tujuan pertama saya adalah Bandung path selatan untuk pilihan saya, karena menurut informasi path ini sudah memiliki beraspal mulus tekstur dengan jumlah truk-truk dan bus besar yang tidak termasuk dalam jalan di sebelah utara.
Sore hari saya memutuskan untuk berhenti sejenak di sebuah masjid. Untuk mempercepat melanggar, saya tidak punya waktu untuk berpikir dalam masjid kota yang singgah, sebelum Aku mendengar bahasa yang digunakan. Aksen ‘Banyumas’ atau yang lebih dikenal dengan sangat tebal jawa ngapak suara dari anak-anak yang terlihat senang menyambut baik berbuka di masjid yang terletak di sisi kanan lalu lintas jalan antara kota. Membuat aku sontak menyadari bahwa tidak ada satu lagi, saya di Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah.

Sebuah tas beras dan teh hangat yang mereka melayani ke menu Ta’vol. cukup untuk membuat perut saya puas dan meningkatkan energi-Ku untuk melanjutkan perjalanan.

Memasuki area di Banjar dan Tasikmalaya , udara yang tumbuh menjadi dingin. Lampu hanya, saya melewati daerah perbukitan. Beberapa waktu berlalu sejak dan tidak merasa saya telah memasuki path dari Nagreg terkenal. Jalur yang dibangun dengan biaya milyaran rupiah yang baik, bak cuci jalan tol tetapi secara gratis.
Sebelum memasuki terowongan Nagreg, ada sejumlah besar tipografi yang dituliskan dengan kunjungan saya Petualangan-Ku”. Tidak jarang beberapa bersedia untuk berhenti untuk driver hanya berselfie ria petikan latar belakang menyukai bepergian. Eits, namun ingat, janganlah meniru. Mulai Sekarang, polisi siap memproses siapa saja yang berhenti dan digambarkan di dekat terowongan, karena ini adalah kendaraan sering berhenti untuk hanya digambarkan adalah menyebabkan kemacetan, sehingga sekarang dilarang. Tetapi memukul saya melalui tunnel Nagreg di malam hari dan saya pikir-motor berhenti tidak akan menyebabkan kemacetan lalu-lintas berarti. Kemudian saya untuk memotret hehe sedikit.

Nahum, jika para pendaki mempunyai definisi mereka sendiri tentang perkataan ” tentu saja juga bonus saya. Salah satu dari yang paling saya lebih suka dengan mengendarai adalah bonusnya motor. Bonus-Bonus saya maksudkan di sini adalah beberapa spot atau tujuan yang kadang-kadang tidak setelah kita singgahi ketika naik kendaraan umum. Tempat-tempat yang saya singgahi juga layak disebut bonus yang dari lelah dan pegalnya shower menunggang kuda setrika.
Bonus pertama saya dapat menghentikan serta selebihnya di Masjid Raya Bandung Tidak hanya yang saya juga telah menyetel kaki di alun-alun bandung yang ia mengatakan halus rumput di atasnya dan ditemukan benar adanya. Sisa kemeriahan prosedur untuk kota bandung menyambut Asia-afrika Konferensi ini juga masih dapat saya merasa.
Bonus kedua adalah dengan udara sejuk dan keindahan pemandangan di bagian atas Cisarua Bogor Sini saya tidak hanya melalui, tetapi saya menyempatkan diri untuk singgah di satu titik di antara bagian atas. Dari atas, hamparan perkebunan teh hijau dan angin hembusan dingin berhasil merelaksasi aku dari panas dan debu perjalanan yang memukul saya ketika melewati daerah perkotaan.

Jika anda atau berencana untuk bepergian, sendiri, jangan takut. Berpikir positif di sepanjang jalan itu baik juga akan datang dari seluruh penjuru, termasuk dari orang-orang yang disekitarmu. Saya telah membuktikannya. Dalam perjalanan panjang, saya menemukan kebaikan dan bahkan tidak ragu-ragu untuk membantu aku.
Walaupun lupa untuk menanyakan tentang rapat saya dengan seorang laki-laki berusia setengah secara sungguh-sungguh mantel. Dipimpin plontos dan terlihat di sekitar 40 tahun. Kami bertemu di KMP Link Port di penyeberangan Merak Banten untuk Bakauheni Lampung setelah saya yang kebingungan mencari tempat duduk di selamat datang untuk duduk satu meja dengan itu. Di sepanjang jalan kapal, Bapak tidak ragu-ragu untuk berbagi cerita tentang masa mudanya, ia juga diisi dengan kegiatan bepergian. Satu bulan tinggal di bali pedesaan, bercampur dengan masyarakat adat dan hal-hal lain yang tak terbayangkan oleh saya.
Cerita lain ketika saya mendapatkan masalah dengan kejutan motor saya di Kota Baturaja, sekitar 150 kilometer sebelum memasuki kota Palembang. Saya tidak dapat melanjutkan perjalanan. Pada 9 malam di tengah-tengah path melalui Sumatra gelap, cara penuh upah diridhai mengerjakan, dan rumah yang jarang dari jarang, meninggalkan tidak banyak pilihan untuk aku kecuali mengetuk pintu rumah yang terletak pada sisi kiri jalan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *